
INSTITUT PESANTREN BABAKAN CIREBON
ARTIKEL
SEJARAH HADIYU
Nama "Hadiyu" berasal dari shighat isim fa’il dengan wazan fa’iilun (hadiyyun) yang berarti "pemberi petunjuk." Alternatif lainnya adalah wazan fa’iilun (isim manqush munakkar, haadin) yang berasal dari fi'il madhi hadaa yahdii hidaayatan.
Bacaan Hadiyu memiliki jalur transmisi yang akurat, tersambung hingga para sufi dunia. Bacaan ini berkembang di Pesantren Babakan melalui KH. Muhammad Amin Halim. KH. Muhammad Amin Halim memperoleh Awrad Hadiyu tersebut dari KH. Abdul Hannan bin Tayib, yang menerimanya dari KH. Muhammad Amin (dikenal sebagai Kiyai Madamin). Kiyai Madamin mendapatkan bacaan ini dari KH. Ismail bin KH. Adzroi, yang menerimanya dari KH. Abdul Fannan. Selanjutnya, KH. Abdul Fannan mendapatkan Awrad Hadiyu ini dari KH. Marzuki bin KH. Irsyad bin Mbah Kriyan. KH. Zamzami Amin dan keluarga pesantren Babakan Ciwaringin kemudian meneruskan Awrad Hadiyu ini dari KH. Abdul Hannan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain