
INSTITUT PESANTREN BABAKAN CIREBON
BUKU
KITAB KUNING, TAFSIR, DAN MASYARAKAT JAWA ERA KOLONIAL
Salah satu keindahan sekaligus kerumitan Al-Qur’an sebagai Kitab Petunjuk bagi Muslim adalah aspek ebahasaannya.
Tekstur Al-Qur’an yang tidak runtun, loncat-loncat, serta adanya kosakata-kosakata asing [tidak berasal dari masyarakat tempat Al-Qur’an dimunculkan] berhasil secara terstruktur membingungkan banyak masyarakat Muslim dari masa ke masa untuk mendapatkan maksud utama dari Al-Qur’an. Para sahabat pun, meski kesehariannya bersama Nabi, tidak lepas dari kebingungan tersebut, sehingga dalam banyak kesempatan mereka merelakkan waktunya untuk bertanya kepada Nabi langsung tentang maksud dari suatu ayat Al-Qur’an.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain