
INSTITUT PESANTREN BABAKAN CIREBON
Dalam menafsirkan Al-Qur'an, seorang mufasir kerap tersandera oleh pra-pemahaman dan latar belakang keilmuan serta ideologinya. Akibatnya, ia tidak mampu "membunyikan" Al-Qur'an secara objektif. Ketika objektivitas penafsiran tergadaikan maka hasil penafsirannya akan jauh panggang dari api. Walhasil, Al-Qur'an tidak lagi dapat "berbicara" tentang dirinya, tapi justru semakin menjauh dari pesa…
Pmikiran Ibnu Khaldun tentang sosiologr, filsafat sejaratr, dan politik menjadibahan kajian para pemikir dan cendikiawan muslim di Timur dan Barat. Pemikiran Ibnu Khaldun terus digulirkan dalam berbagai diskursus pemikiran sosial politik kontemporer. Ia dikenal sebagai bapak sosiologi dan sejarawan yang menawarkan gagasan renovasi terhadap cakupan sejarah sekaligus seorang politikus muslim ya…
Nama "Hadiyu" berasal dari shighat isim fa’il dengan wazan fa’iilun (hadiyyun) yang berarti "pemberi petunjuk." Alternatif lainnya adalah wazan fa’iilun (isim manqush munakkar, haadin) yang berasal dari fi'il madhi hadaa yahdii hidaayatan. Bacaan Hadiyu memiliki jalur transmisi yang akurat, tersambung hingga para sufi dunia. Bacaan ini berkembang di Pesantren Babakan melalui KH. Muhammad …