
INSTITUT PESANTREN BABAKAN CIREBON
Aktivitas menafsirkan sudah seyogyianya berjalan beriringan dengan munculnya metode penelitian al-Qur’an. Jika tidak demikian, maka diragukan suatu hasil penafsiran akan bisa menggapai sasaran yang diinginkan. Sebagaimana ilmu tafsir yang dituntut untuk memberikan pembaharuan pembaharuan dalam metodologinya, semestinya aktivitas menafsirkan juga berusaha untuk selalu sejalan.
Salah satu keindahan sekaligus kerumitan Al-Qur’an sebagai Kitab Petunjuk bagi Muslim adalah aspek ebahasaannya. Tekstur Al-Qur’an yang tidak runtun, loncat-loncat, serta adanya kosakata-kosakata asing [tidak berasal dari masyarakat tempat Al-Qur’an dimunculkan] berhasil secara terstruktur membingungkan banyak masyarakat Muslim dari masa ke masa untuk mendapatkan maksud utama dari Al-Qu…